Imam Pituduh

Mantan direktur Pekerti selama 25 tahun yang memiliki sejarah panjang bekerja dengan bahan-bahan alami. Dari tahun 1979 sampai 1981, Pak Imam mengelola pusat layanan teknis rotan di Cirebon, Jawa Barat. Setelah itu, dari 1982-1984, ia mengelola perusahaan ekspor mebel rotan PT Prima Gri Indah dan direktur sebuah pabrik pengolahan rotan- di Kalimantan Barat. Hal ini menyebabkan posisi delapan tahun di FORMASI, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk membentuk koperasi di pedesaan Indonesia. Pengetahuannya dalam bidang ini, bersama dengan pengalamannya sebagai fasilitator di program Community Development Departemen Industri Indonesia 1976-1982, menjamin waktunya dengan Pekerti 1984-2009.

Selama waktunya di Pekerti, Pak Imam telah memulai dan terlibat dalam banyak proyek dan upaya-upaya pengembangan masyarakat. Dia bertindak sebagai konsultan dalam program social forestry dengan Pusat Pengembangan Agribisnis atau BAPENAS 1991-92, Pada tahun 2007 ia memimpin kampanye Pekerti dan Oxfam International untuk rehabilitasi pendapatan bagi korban tsunami di Aceh Barat. Pak Imam juga memimpin kampanye Pekerti untuk meminjamkan tempat penampungan sementara untuk para korban gempa Yogyakarta tahun 2006-2007. Rehabilitasi ekonomi dilanjutkan di sana sampai 2008, dan Pekerti mengelola donasi dari International Federasi Alternatif Trade, Ten Thousand Villages USA-Kanada, TradeAid Selandia Baru, Fair Trade Organisasi Belanda, CTM Italia, EZA Fair Handel Austria dan Asosiasi Produsen Kerajinan Nepal .

Pak Imam juga menjalani pelatihan yang ekstensif atas nama Pekerti, untuk memastikan prinsip-prinsip Fair Trade, standar kualitas dan keamanan Fair Trade bisa dilakukan oleh Pekerti. Ini termasuk Lokakarya Pewarna Alam untuk pasar Eropa dengan Aranya Craft di Bangladesh, Seminar Orientasi Pemasaran dan Manajemen Ekspor ke pasar Eropa dengan CBI di Belanda dan Pelatihan Kepemimpinan untuk Asian Lembaga Swadaya Masyarakat dengan Lembaga Penelitian Pengembangan (IDR) di Boston. Dia memegang kualifikasi di Studi Manajemen dan Magister Manajemen dari TRIANANDRA School of Management di Jakarta, dan gelar dari fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Muhammadiyah, Surakarta.

Pada tahun 2008 Pak Imam dinobatkan sebagai salah satu kandidat finalis dalam Ernst & Young Entrepreneur of the Year Award.