Kesepakatan Uni Eropa-Indonesia tentang perdagangan kayu ilegal

Indonesia dan Uni Eropa telah merampungkan kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perdagangan kayu dari sumber ilegal.

BBC Indonesia – Kesepakatan, yang ditandatangani di Jakarta itu dinamai Kesepakatan Kemitraan Sukarela (VPA).

Berdasarkan kesepakatan ini, perusahaan-perusahaan Uni Eropa hanya akan boleh mengimpor kayu yang memiliki sertifikat kepatuhan terhadap undang-undang lingkungan yang berlaku di Indonesia.

Produk kayu dan kayu mentah diatur dalam kesepakatan ini.

Indonesia memiliki hutan paling kaya di dunia, dan hutan tersebut juga mendukung hidupan liar.

Uni Eropa menyatakan telah merampungkan kesepakatan serupa dengan empat negara Afrika, dan Liberia diperkirakan akan menyusul.

”Indonesia tidak hanya negara Asia pertama yang merampungkan negosiasi VPA dengan Uni Eropa, tapi juga eksportir kayu terbesar yang menerima kesepakatan semacam itu,” kata komisioner perdagangan Uni Eropa Karel de Gucht.

Dewasa ini, negara-negara Eropa mengimpor sekitar kayu dan kertas senilai $1,2 miliar dari Indonesia per tahun.

Jumlah itu setara dengan seperenam ekspor Indonesia.

Masalah impor

Kelangsungan hidup spesies seperti orang utan bergantung pada kelestarian hutan

Tahun lalu, suatu evaluasi besar-besaran menyimpulkan bahwa laju pembalakan liar di Indonesia menurun sekitar 75% dari laju penebangan pohon di hutan secara liar pada dasawarsa sebelumnya.

Meski demikian, 40% kayu yang diproduksi secara ilegal.

Itu terjadi meski ada prakarsa yang sudah digulirkan pada tahun 2003.

Berdasarkan prakarsa itu, pemerintah, kelompok pelestari lingkungan dan beberapa perusahaan berusaha mengekang pembalak liar, pengolah dan eksportir.

Perusahaan yang yang berniat mengekspor produk kayu ke Eropa berkewajiban untuk bisa melacak produk dari hutan hingga pelabuhan ekspor.

Auditor independen, yang masih belum ditunjuk, akan ditugasi memverifikasi sistem perunutan (tracking) oleh perusahaan memenuhi standard.

Auditor tersebut akan melapor ke komite bersama Indonesia-Uni Eropa.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Uni Eropa baru-baru ini mempergencar langkah yang dirancang untuk menghadang masuknya kayu dan produk kayu dari sumber ilegal.

Amerika Serikat mengamandemen Lacey Act (UU Lacey), sehingga kalangan perusahaan bertanggungjawab untuk memastikan impor kayu mereka legal.

Berdasarkan undang-undang tersebut, perusahaan gitar Gibson termasuk salah satu perusahaan yang diusut atas dugaan pelanggaran.

Tahun lalu, parlemen Eropa meloloskan legislasi yang juga memuat komponen hukum serupa dan undang-undang itu mulai berlaku Maret 2013.

Reaksi

Mardi Minangsari dari kelompok pelestari lingkungan Telapak mengatakan dia berharap mengatasi kedua ujung rantai bisnis kayu akan mendatangkan hasil.

Meski hanya ekspor ke Eropa dicakup dalam kesepakatan dengan RI, Uni Eropa berharap bahwa membentuk sistem akan membantu Indonesia menekan praktik pembalakan liar dan ekspor ilegal.

Pada umumnya, pembatasan terhadap bisnis kayu mengudang aneka reaksi di kalangan industri.

Sebagian perusahaan melihatnya sebagai ancaman terhadap bisnis mereka.

Menurut sebagian perusahaan lain. pembatasan itu sebagai kesempatan untuk memastikan praktik yang bertanggungjawab tidak terkena sanski dan pasokan bahan mentak akan bisa dilindungi.

Ketika mengomentari kesepakatan terbaru antara Uni Eropa-RI, Andre de Boer, sekretaris jenderal Federasi Perdagangan Kayu Eropa (ETTF) mengucapkan selamat kepada para pengambil keputusan di Indonesia dan Uni Eropa.

”Regulasi ini akan membantu upaya kami mendapatkan keadilan di pasar, mendorong pembeli membeli kayu legal dan berkesinambungan, dan dengan demikian mendukung produsen yang bertindak secara bertanggungjawab,” kata dia.

source:

http://www.bbc.co.uk/indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *