Apa itu Fair Trade?

Fair Trade adalah sebuah bentuk perdagangan yang mengutamakan dialog, transparansi, dan saling menghormati untuk mencapai kesetaraan dalam perdagangan internasional. Bentuk perdagangan ini sangat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik, menjamin hak-hak dari produsen dan pekerja yang terpinggirkan, khususnya produsen yang berada di belahan bumi Selatan (terjemahan bebas dari www.wfto.com)

Fair Trade adalah sistem perdagangan berkelanjutan yang berusaha untuk membantu produsen (perajin,petani,nelayan,dsb) yang terpinggirkan melalui sistem pembayaran yang adil, kondisi tempat kerja yang layak, bantuan teknis (seperti desain, pembukuan), program sosial, kesetaraan, tranparansi, saling mempercayai, dan menjaga lingkungan. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan pasar baru di antara negara-negara berkembang, sementara di sisi yang lain menjaga nilai-nilai dan tradisi lokal.

APA YANG SALAH DENGAN PERDAGANGAN KONVENSIONAL?
Perdagangan Utara – Selatan menjadi permasalahan tersendiri ketika pendekatan dagang yang digunakan semata-mata untuk hubungan ekonomi semata. Ini menimbulkan jurang perbedaan yang dalam antara negara maju yang kaya dan negara miskin. Di satu sisi perusahan multinasional yang kaya akan menjadi semakin besar dan maju, sedangkan para produsen di negara-negara berkembang menjadi semakin miskin.

Banyak negara Barat memberikan subsidi dalam jumlah besar untuk petani dan produsen mereka lainnya yang berdampak pada harga pasar yang rendah, memaksa produsen untuk menjual barang-barang mereka dengan harga yang murah. Seringkali ini berarti para produsen tidak menerima cukup uang bahkan untuk menutupi biaya produksinya, dan mereka tidak memiliki kemampuan untuk meminta harga yang lebih tinggi.

Kondisi kerja yang tidak aman, anak-anak yang dipaksa bekerja untuk menambah pendapatan keluarga, dan perlakuan yang kurang layak terhadap wanita merupakan kondisi yang tidak pantas. Para produsen memiliki pilihan yang sangat terbatas. Mereka beserta keluarganya dan komunitas sekitarnya akan terus berada dalam kekurangan, dan ini menunjukkan wujud dampak perdagangan internasional yang suram.

BAGAIMANA FAIR TRADE menjadi BERBEDA dari PERDAGANGAN KONVENSIONAL?
Fair Trade merupakan sistem yang berbeda dari perdagangan konvensional. Fair Trade mengutamakan posisi produsen yang terpinggirkan. Organisasi Fair Trade (yang didukung oleh konsumen) didorong secara aktif untuk mendukung produsen, meningkatkan kepedulian dan mengkampanyekan perubahan-perubahan dalam aturan dan  praktek yang tidak terlaksana secara layak dalam sistem perdagangan konvensional.

World Fair Trade Organization (WFTO) merumuskan 10 Prinsip yang harus diikuti oleh Organisasi Fair Trade dalam penerapan Fair Trade sehari-hari. Kesepuluh prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut (terjemahan bebas dari www.wfto.com)

  • Menciptakan peluang bagi produsen kecil
  • Bersifat transparan dan bertanggung jawab
  • Mempraktekkan perdagangan yang tidak semata-mata mengejar keuntungan, dan mengutamakan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi produsen kecil
  • Adil dalam pembayaran
  • Tidak mengeksploitasi tenaga kerja anak dan buruh
  • Komitmen untuk tidak  mendiskriminasi, mengutamakan kesetaraan Gender, dan kebebasan untuk berasosiasi
  • Memastikan kondisi kerja yang layak
  • Menyediakan kesempatan untuk peningkatan kapasitas
  • Aktif mempromosikan fair trade

Menghormati lingkungan